WHO: Olimpiade Cukup Aman Dari Zika

0

Mediamedis.com – Isu wabah Zika yang sempat menjadi polemik menjelang pagelaran Olimpade di Rio de Janeiro, Brasil, akhirnya menemukan titik terang.

Dalam pernyataan kepada wartawan di China (Jumat, 29/7), Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Dr Margaret Chan, menyatakan, risiko infeksi virus Zika selama ajang olahraga terbesar dunia itu terbilang rendah dan bisa dikendalikan.

Pernyataan ini keluar tepat sepekan sebelum Olimpiade direncanakan dibuka pada Jumat mendatang (5/8).
Setengah juta orang diharapkan bisa meramaikan Olimpiade.

Tetapi isu wabah virus Zika menjadi salah satu persoalan yang membuat Olimpiade kehilangan antusiasme warga dunia, di samping isu keamanan dan krisis ekonomi di Brasil. Sampai sepekan sebelum digelar, sepertiga tiket Olimpiade tidak terjual.

Brasil yang paling terpukul oleh wabah Zika tahun ini, dianggap tidak mampu mencegah potensi virus Zika menyebar secara global lewat Olimpiade. Namun, kekhawatiran itu kini tampaknya akan diredam oleh pernyataan resmi WHO tersebut.

“Kami merasa bahwa risiko infeksi Zika rendah bagi tiap individu, dan itu cukup terkendali,” jelas Margaret Chan, dikutip Reuters.

Bahkan, untuk membuktikan perkataannya, ia sendiri berencana untuk menghadiri langsung Olimpiade. Namun, Chan tetap mengingatkan, risiko rendah itu dengan catatan bahwa tiap individu mengambil tindakan tepat untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, termasuk menggunakan obat anti nyamuk dan mengenakan pakaian yang mencegah tubuh terkena gigitan nyamuk.

Penilaian WHO itu salah satunya berdasarkan tindakan yang telah diambil oleh pemerintah Brasil dalam mencegah penularan Zika. Memang sejauh ini belum ada vaksin atau obat untuk Zika.

Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan hubungan seksual. Karena itu, Chan juga tak lupa mengingatkan para peserta maupun penyemarak Olimpiade untuk tetap melakukan praktek seks aman atau menggunakan kondom selama di Rio de Janeiro.

“Tentu saja, kami juga telah belajar dari bukti terbaru bahwa virus ini tidak hanya ditularkan pria yang terinfeksi kepada pasangan seks mereka. Ada kasus seorang wanita menularkan penyakit itu kepada pasangan prianya. Virus ini dapat menular dua arah,” tambah Chan.

Sekadar mengingatkan, pada awal Februari lalu, WHO menyatakan penyebaran wabah Zika sebagai keadaan darurat bagi kesehatan masyarakat internasional.

Zika sangat terkait dengan kelahiran bayi dengan kondisi microcephaly atau pengecilan tengkorak kepala dan juga penciutan otak. Pada Januari lalu saja, sekitar 4000 bayi terdeteksi mengalami microcephaly akibat serangan virus Zika di Brasil.

Baca Juga:  Komite Darurat WHO Bahas Ancaman Zika Terhadap Olimpiade

Sebuah penelitian terbaru menemukan bukti awal bahwa virus Zika dapat menyebabkan gangguan neurologis berat yang disebut sindrom Guillain-Barre. Sindrom ini dapat menyebabkan kelemahan otot, dan pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan masalah pernapasan yang membutuhkan perawatan intensif.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply