Vaping Dan Bahayanya

0

Sejak Agustus 2016, FDA ( Badan Pengawasan Makanan Dan Obat Amerika Serikat) mulai memperketat dan memasukkan Undang-Undang Pengendalian Tembakau dalam proses penjualan, pemasaran dan pembuatan e-cigarette, atau yang dikenal sebagai vape.

American Lung Association telah lama menyerukan pada FDA untuk memasukkan vape dan produk tembakau lainnya untuk diatur di bawah kewenangannya. Hal ini disebabkan sangat pesatnya peningkatan penggunaan vape atau e-cigarette, terutama pada kaum muda, selama beberapa tahun terakhir.

 

 Apakah Yang Termasuk E-cigarette?

Rokok elektronik, atau e-cigarette, termasuk e-pen, vape, atau e-cigar dikenal secara kolektif sebagai ENDS (electronic nicotine delivery systems) – sistem pengiriman nikotin secara elektronik. Menurut FDA, e-cigarette adalah perangkat yang memungkinkan pengguna untuk menghirup aerosol (uap) yang mengandung nikotin atau zat lainnya.

Tidak seperti rokok tradisional, e-cigarette umumnya dioperasikan oleh baterai dan menggunakan elemen pemanas untuk memanaskan e-liquid atau ‘juice’ dari cartridge yang kemudian menghasilkan uap atau aerosol untuk di hirup.

 

Apakah Kandungan Dari ‘Juice’?

Komponen utama dari e-cigarette adalah e-liquid atau juice yang terkandung dalam kartrid. Untuk membuat e-liquid, nikotin diekstrak dari tembakau dan dicampur dengan bahan pelarut (biasanya propilen glikol), dan mungkin juga termasuk perasa, pewarna dan bahan kimia lainnya.

Nikotin
Nikotin adalah zat yang sangat adiktif, dan seperti rokok biasa, hampir semua e-cigarette mengandung nikotin. Bahkan beberapa produk yang mengklaim tidak memiliki nikotin di dalamnya masih mungkin mengandung itu. Perangkat e-cigarette yang lebih baru, terutama yang menggunakan “tangki” dan tegangan yang lebih tinggi bahkan dapat memberikan konsentrasi nikotin yang lebih besar. Hal ini penting untuk diperhatikan karena semakin besar kadar nikotin yang digunakan, semakin besar potensi untuk kecanduan.

Bahan kimia lainnya
Dengan banyaknya produsen dari e-juice sangat sulit untuk mengetahui kandungan pasti dari cairan tersebut. Secara garis besar kandungan utama cairan vape adalah:

  • Glycerin adalah zat organic yang diperoleh dari tanaman. Glycerin tidak berasa atau berwarna dan oleh badan pengawasan obat dan makanan Amerika menyatakan bahwa produk ini aman.
  • Propylene Glycol adalah zat sintetis, biasa digunakan dalam makanan, obat-obatan dan kosmetik.
  • Untuk perasa, cairan vape biasanya memiliki status FEMA GRAS yang biasanya digunakan dalam industri makanan, yang berarti zat tersebut aman untuk dimakan. Namun status FEMA GRAS bukan berarti aman untuk dihirup, diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk itu. FEMA GRAS berawal dari tahun 1959 ketika Asosiasi Perasa Makanan Amerika Serikat, The Flavor and Extract Manufacturers Association of the United States (FEMA), berinisiatif untuk menilai status keamanan dari bahan perasa makanan, yang kemudian lahirlah status “GRAS” (generally recognized as safe) yang berarti “aman pada umumnya.”

 

Apakah Vaping Aman?

Kebanyakan dari juice e-cigarette mengandung zat nikotin yang sangat adiktif. Karena sifat adiksinya, pengguna akan mengalami gejala ‘withdrawal’ seperti pusing, gelisah ataupun menjadi pemarah pada saat berhenti. Nikotin memberi dampak negatif pada orang-orang yang memiliki masalah dengan jantung dan juga tekanan darah tinggi.

Selain itu juga nikotin dapat menyebabkan:

  • Gangguan perkembangan otak pada anak-anak dan remaja, terutama dalam hal memori dan juga perhatian.
  • Nikotin berbahaya bagi ibu hamil, baik pada si ibu maupun bayi dalam kandungan. Nikotin menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur hingga lahir mati.

Selain nikotin, bahaya lainnya datang dari:

  • Kurangnya pengawasan dari produsen e-juice menyebabkan penggunaan bahan kimia yang tidak seharusnya. Bahan-bahan kimia berbahaya ini terutama timbul pada penggunaan coil dengan tegangan tinggi. Beberapa merek mengandung formalin dan bahan lainnya yang biasa didapati dalam ‘anti-freeze’ – yang berpotensi menyebabkan kanker.
  • Salah satu zat perasa yang perlu diperhatikan adalah diacetyl, biasanya ini digunakan sebagai perasa “buttery” pada popcorn.  Menurut Erika Sward, asisten wakil presiden untuk advokasi nasional di American Lung Association, zat ini berhubungan dengan penyakit paru kronis yang disebut juga “popcorn lung.”

 

Apakah Vape Lebih Aman Dari Rokok?

E-cigarette tidak dianggap sebagai 100% aman. Tetapi kebanyakan ahli berpendapat bahwa mereka lebih tidak berbahaya daripada rokok, menurut Neal Benowitz, MD, seorang peneliti nikotin di University of California di San Francisco. Rokok membunuh hampir setengah juta orang per tahun di Amerika Serikat.

Perbedaan yang paling utama adalah proses pembakaran. Pada rokok sebagian besar kerusakan pada tubuh kita berasal dari ribuan bahan kimia yang terbakar pada saat asap dihirup, lanjut nya. Sedangkan pada vaping tidak ada proses pembakaran. Sebuah penelitan Kesehatan Masyarakat di Inggris pada tahun 2015 memperkirakan bahwa  e-cigarette 95% lebih tidak berbahaya daripada rokok biasa.

Angka tersebut masih kontroversial dan bahkan mungkin sedikit lebih tinggi, kata Kenneth Warner, peneliti kebijakan tembakau di University of Michigan. Tapi secara umum, angka tersebut ada pada kisaran 80% sampai 85%.

Hal Lainnya Yang Perlu Diketahui

Baterai vape bisa meledak. Terdapat 134 laporan dari baterai e-cigarette yang overheating, terbakar, atau meledak antara 2009 dan 2016, menurut Michael Felberbaum, seorang juru bicara FDA. Dan beberapa orang terluka parah.

Potensi keracunan dari nikotin. Bahaya lainnya dari nikotin adalah keracunan, hal tersebut timbul pada dosis yang tinggi. Gejala keracunan nikotin ditandai dengan mual, muntah, kejang hingga pada kasus yang parah gangguan pernafasan. Hal ini terutama jika cairan juice yang mengandung nikoktin dosis tinggi terminum. Simpan semua perkakas e-cigarette dari jangkauan anak-anak kecil.

Belum ada bukti definitif bahwa e-cigarette dapat membantu orang untuk berhenti merokok. Menurut FDA, tidak ada bukti bahwa e-cigarette adalah cara yang aman dan efektif untuk membantu perokok berhenti. The American Heart Association mengatakan bahwa e-cigarette merupakan upaya terakhir untuk berhenti merokok. Namun banyak juga kasus-kasus di mana orang yang telah berhasil berhenti merokok secara total dengan menggunakan e-cigarette.

Intinya

Bagaimanapun juga e-cigarette atau vape adalah produk tembakau dan mengandung nikotin, bagi mereka yang tidak merokok, dianjurkan untuk jangan mulai menggunakan vape. Sedangkan bagi mereka yang merokok vape dapat menjadi salah satu solusi untuk berhenti merokok. Walaupun dianggap relatif lebih aman dari rokok biasa, efek jangka panjang dari e-cigarette hingga saat ini masih belum diketahui.

Baca Juga:  Berbahayakah Vaping Bagi Paru Paru Kita?

E-cigarette atau vape adalah alat untuk mendistribusikan nikotin ke dalam tubuh yang dikemas dalam bentuk e-liquid atau juice. Karena e-liquid atau juice tersebut merupakan komponen utama dari vape atau e-cigarette, selalu gunakan cairan vape dari produsen yang berkualitas dan dipercaya. Hal yang tidak kalah penting adalah coil pemanas, gunakan kualitas yang baik. Penggunaan coil dengan mutu rendah akan menyebabkan pembakaran bukan pemanasan.

(MM/EP)

 

 

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply