Sulit Bersosialisasi? Minumlah Bir Secukupnya!

0

Mediamedis.com – Sebuah penelitian terbaru memperkuat anggapan umum yang menyatakan bahwa minuman berakohol dapat membantu Anda lebih cair dalam bersosialisasi.

Namun, tetap saja penelitian itu memberi catatan bahwa konsumsi minuman berakohol yang dimaksud adalah ketika digunakan dalam jumlah moderat.

Dalam jumlah moderat, mengonsumsi minuman berakohol, seperti bir (kadal alkohol 4 sampai 6 persen), akan membuat orang lebih bahagia, lebih berjiwa sosial, dan mengurangi hambatan seksual.

Penyelidikan ini dilakukan oleh European College of Neuropsychopharmacology. Awalnya adalah ada persepsi umum bahwa meminum bir dapat membuat waktu luang yang menyenangkan akan bisa menjadi lebih menyenangkan. Namun para peneliti ingin penyelidikan yang lebih jauh. Mereka menginvestigasi bagaimana alkohol menyesuaikan persepsi kita, dan mengungkap bagaimana hal itu mempengaruhi kemampuan kita untuk mengenali emosi orang lain, dan juga memiliki efek pada sikap kita terhadap daya tarik seksual.

Penelitian terbaru menyebut meminum bir membantu Anda melihat wajah bahagia dari orang lain secara lebih cepat, dan meningkatkan keinginan kita untuk bersama orang lain dalam situasi sosial yang menyenangkan.

Efek yang disebutkan tadi terlihat lebih besar pada kaum wanita dibandingkan pada pria. Selain itu, bir memudahkan orang, khususnya perempuan, untuk melihat materi seksual yang eksplisit, meskipun tidak menyebabkan gairah seksual yang lebih besar.

“Efek dari alkohol pada kognisi sosial cenderung meningkatkan sosialisasi.” jelas ketua tim peneliti, Profesor Matthias Liechti, dalam sebuah pernyataan baru-baru ini yang dikutip dari medicaldaily.

Untuk menemukan hasil ini, tim merekrut 60 relawan sehat (30 laki-laki dan 30 perempuan) berusia 18 sampai 50 tahun, dan memberi sebagian dari mereka bir beralkohol dan sebagian lainnya bir non-alkohol.

Para peneliti kemudian memberi 30 orang dari mereka segelas penuh bir beralkohol (tergantung pada berat badan dan jenis kelamin). Para relawan itu berikutnya menyelesaikan berbagai tugas, termasuk tes pengenalan wajah, tes empati, dan uji gairah seksual.

Baca Juga:  Berbahayakah Vaping Bagi Paru Paru Kita?

Menariknya, meminum alkohol tidak dikaitkan dengan perubahan tingkat oksitosin, yaitu hormon yang terkait dengan kebahagiaan dan ikatan dengan orang lain.

Selain hal-hal positif di atas, sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah yang moderat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita.

Tetapi, ada aturan ketat soal jumlah yang moderat itu. Moderat berarti meminumnya dalam takaran tertentu per hari atau “one to two drink per day”. Berdasarkan standar di Amerika Serikat, satu kali minum bisa disamakan dengan sejumlah 12 ons bir atau 5 ons anggur.

Sayangnya, sebagian orang selalu merasa kurang untuk alkohol. Mereka tidak bisa berhenti di satu atau dua minuman. Padahal, terlalu banyak alkohol dapat mengakibatkan konsekuensi kesehatan yang serius.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply