Stem Sel, Terapi Luka Bakar Masa Depan

0

Mediamedis.com – Luka bakar adalah salah satu penyebab utama dari timbulnya kecacatan dan kematian. Luka bakar akan menyebabkan hilangnya lapisan kulit yang merupakan pelindung tubuh kita dari perubahan suhu, infeksi, trauma dan juga kehilangan cairan tubuh.

Luka bakar yang dalam, yang mengenai seluruh lapisan kulit, akan diperbaiki oleh tubuh dengan pembentukan jaringan parut, tanpa adanya folikel rambut, kelenjar lemak atau kelenjar keringat. Jaringan parut ini selain secara kosmetik mengganggu, akan berpotensi menimbulkan gangguan dari pergerakan jika mengenai daerah persendian.

Pada saat ini pada kasus luka bakar yang berat, terapi bedah transplantasi kulit dengan metode autograft (kulit dari bagian tubuh yang lain) dianggap sebagai terapi yang terbaik. Namun keterbatasannya adalah, jika luka bakar tersebut meliputi daerah yang luas, karena bagian kulit tubuh yang dapat diambil juga terbatas.

Dr. Evangelos Badiavas, dari University of Miami, mengepalai penelitian menggunakan donor stem sel untuk memperbaiki kulit yang rusak dan meminimalkan timbulnya jaringan parut pasca luka bakar. Jika berhasil, penelitian ini akan membuat revolusi baru dalam penanganan luka bakar yang berat. Penggunaan stem sel akan mengurangi kebutuhan akan transplantasi kulit, bagi penderita luka bakar yang berat.

Para sukarelawan yang berpartisipasi dalam pengobatan eksperimental ini merupakan penderita luka bakar berat derajat dua. Bagian kulit yang terbakar akan dilapisi dengan lapisan pelindung, kemudian stem sel dari donor akan disuntikan di antara lapisan pelindung dan kulit. Para pasien menjalani terapi ini setiap dua minggu sekali secara rutin.

Proses pengobatan dan penyembuhan dengan stem sel ini memang memakan waktu yang lama, dan bahkan pada beberapa pasien pengobatan tersebut mencapai satu tahun.

Selain kerusakan pada kulit, luka bakar yang dalam akan juga menyebabkan kerusakan dari otot yang akan dapat menyebabkan lambatnya penyembuhan dan juga komplikasi yang serius, seperti timbulnya infeksi.

Tim peneliti dari The University of Texas Medical Branch mengamati pada luka bakar yang dalam, selain menyebabkan kematian dari sel-sel otot, ternyata hal ini akan merangsang stem sel khusus di dalam jaringan otot yang bertugas memperbaiki jaringan otot. Stem sel khusus tersebut disebut sebagai sel satelit.

Hasil penelitian ini menggarisbawahi potensi dari sel satelit ini sebagai terapi untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak dan meminimalkan kerusakan otot pasca luka bakar.

Christopher S. Fry, Assistant Professor dari University of Texas Medical Branch mengatakan bahwa pada penelitian tersebut ditemukan kadar protein Ki67 yang tinggi, yang menandakan bahwa luka bakar mengaktivasi sel satelit yang kemudian akan menstimulasi perbaikan dari otot yang rusak.

Baca Juga:  Apa Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Stem Sel

Walau pada saat ini penggunaan stem sel untuk luka bakar pada kulit masih belum sempurna, dengan tidak adanya kelenjar keringat ataupun folikel rambut, namun penelitian untuk menyempurnakan teknologi ini terus berjalan dengan sangat pesat.

(MM/EP)

medscape.com, eurostemcell.org, mayoclinic.org, uth.edu

 

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply