Saat Tamu Bulanan Datang Dengan Menyebalkan

0

Mediamedis.com – Hari-hari yang menyenangkan, menikmati masa tenang bersama tubuh, jadwal kegiatan yang penuh, waktu seru bersama teman, jjs, nongkrong di cafe, outbond, pakar dalam hitung-menghitung, menciptakan karya….

Lalu tiba saatnya jadwal tamu bulanan hadir. Dengan tanda-tanda kehadiran yang menyebalkan. Jerawat bermunculan, perubahan mood mendadak, pegal-pegal, lelah berlebihan, payudara terasa nyeri, kepala berdenyut, perut terasa kembung, tidak nyaman, serta mudah tersinggung, bahkan menjadi begitu cengeng dan menangis mendadak. Dapat dialami oleh siapapun, dimanapun, kapanpun. Hanya pada kaum hawa tentunya!

Itulah sederet gejala Pre-Menstrual Sindrom (PMS). Hadir beberapa hari sebelumnya, bahkan pada beberapa orang, bisa berlangsung satu hingga dua minggu sebelumnya.

Menurut American Academy of Family Physicians, hampir 85 % wanita dengan siklus menstruasinya mengalami satu atau lebih gejala PMS. Penyebab PMS ini pun tidak diketahui secara pasti dan dipengaruhi berbagai faktor.

PMS biasanya terjadi pada wanita usia reproduktif. Apa yang dirasakan oleh satu orang tidak sama dengan yang lainnya. Derajat gangguan yang hadir tidak selalu sama pada setiap siklus menstruasi, bisa lebih ringan, bisa lebih berat, mulai dari tidak mengganggu aktivitas hingga mampu melumpuhkan dan merusak semua jadwal kegiatan. Gejala-gejala ini biasanya lenyap ketika menstruasi dimulai.

Pada keadaan menjelang tamu bulanan yang hadir dengan menyebalkan hingga menyebabkan terhambatnya aktivitas, atau mengusik kualitas hidup, bisa jadi gejala anda bukan lagi bernama PMS, melainkan PMDD.

PMDD yaitu PreMenstrual Dysphoric Disorder yang merupakan bentuk parah dari PMS. Dapat disertai ketegangan,  depresi, kecemasan, emosi meledak-ledak, hilangnya rasa percaya diri dan sulit untuk konsentrasi. Ada dugaan bahwa sebagian wanita yang mengalami PMS yang berat alias PMDD ini mungkin memiliki kelainan psikiatri.

Latar belakang penyebab dapat sangat beragam, dan bisa jadi membutuhkan pertolongan dan penanganan ahli.

Berikut adalah beberapa hal yang diperkirakan turut berperan menyebabkan PMS:

  • Perubahan dari siklus hormon, karena tanda-tanda dan gejala PMS berubah seiring dengan fluktuasi hormon. Dan dapat menghilang ketika menstruasi dimulai, ketika terjadi kehamilan dan saat menopause.
  • Stress ataupun depresi dapat memperberat gejala PMS yang terjadi, namun bukan merupakan penyebab pasti.
  • Perubahan pada kadar kimia di otak turut berperan mencetuskan PMS yang berkaitan dengan perubahan kadar serotonin.

Serotonin memegang peran penting dalam menentukan mood, terutama depresi. Kadar serotonin yang kurang dapat menimbulkan gejala berupa gangguan tidur, mengidam makanan tertentu, dan rasa lelah.

  • Beberapa gejala PMS dan tingkat keparahannya dihubungkan dengan kadar vitamin dan mineral yang rendah dalam tubuh yang dapat dikaitkan dengan gaya hidup (life style).
  • Kebiasaan konsumsi alkohol, minuman yang mengandung kafein dapat menyebabkan gangguan pada mood dan tingkat energi dalam tubuh.
  • Banyak memakan makanan yang asin atau makanan dengan kadar natrium tinggi dapat menyebabkan retensi cairan (penahanan cairan secara berlebih dalam tubuh) yang menyebabkan rasa begah atau kembung, payudara yang menjadi penuh dan nyeri, wajah yang tampak lebih bengkak, dst.

Setelah mengetahui informasi di atas, apakah hidup tampak semakin suram ?
Tentu saja tidak.  Jangan kalah. Let’s do something !

PMS dapat dikelola ataupun dikurangi.

How ? Bagaimana ?

Antara lain dengan mengubah atau menjaga pola makan:

  • Membatasi jumlah asupan garam pada makanan untuk mengurangi retensi cairan
  • Memilih makanan kaya kandungan kalsium
  • Memilih makanan karbohidrat kompleks, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh (whole grains)
  • Konsumsi makanan dengan porsi kecil namun frekuensi lebih sering dapat mengurangi rasa kembung di perut
  • Memilih makanan kaya kandungan vitamin dan mineral atau konsumsi suplemen multivitamin dalam jangka waktu tertentu
  • Hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, alkohol serta minuman bersoda.

Usahakan mengurangi stress, tambahkan waktu istirahat atau rileksasi, hening sejenak dari hiruk-pikuk sehari-hari, serta latihan pernafasan. Hal ini dapat berefek menyembuhkan atau mengurangi sakit kepala, kecemasan, gangguan mood dan gangguan tidur.

Baca Juga:  Jika Nyeri Menjadi Penghalang Hubungan Intim Anda

Cobalah untuk mencari biang keladi penyebab PMS ini, yang berbeda pada setiap orang. Misalnya mencatat gejala apa saja yang dialami setiap bulannya atau yang dialami dalam beberapa bulan terakhir. Setelah itu, pilih strategi yang tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan karena berbagai gejala PMS tersebut.

Selamat menikmati kualitas hidup yang lebih baik dengan menaklukkan gejala PMS.

(MM/SS)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply