Radang Otak Jepang Menyerang Vietnam

1

Mediamedis.com – Ensefalitis Jepang atau Radang Otak Jepang dikabarkan sedang melanda kawasan utara Vietnam.

Alarm penyebaran penyakit mematikan itu digaungkan oleh Department of Preventive Medicine yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Vietnam, seperti diberitakan kantor berita Xinhua.

Departemen tersebut menyatakan kasus penyakit ini telah ditemukan di ibukota Hanoi, provinsi Bac Giang, Dien Bien, Son La, Thai Binh, Lao Cai, utara kota Hai Phong dan Thanh Hoa.

Di Hanoi sendiri, sejak awal 2016, telah tercatat dua kematian yang berhubungan dengan Ensefalitis Jepang.

Ensefalitis adalah peradangan otak. Biasanya penyakit ini dimulai dengan gejala seperti flu biasa yang kemudian berlanjut menjadi demam tinggi, sakit kepala, muntah-muntah. Pada kasus yang parah timbul kejang-kejang, lumpuh dan koma. Penyakit ini dapat berujung pada kerusakan otak.

Umumnya anak-anak serta lansia memiliki risiko tertinggi karena kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah. Meski jarang terjadi, radang otak dapat berkembang menjadi kondisi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Sebagian besar dari kasus ensefalitis belum dapat diketahui secara pasti penyebabnya, namun, berbagai jenis infeksi, terutama infeksi virus, dapat menyebabkan penyakit ini.

Ensefalitis Jepang adalah jenis Ensefalitis yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk jenis culex tritaeniorhynchus dan culex vishnui.

Cuaca panas yang berkepanjangan dianggap sebagai kondisi yang menguntungkan bagi perkembangbiakan nyamuk penyebar penyakit ini sehingga menyebabkan risiko tinggi penyebaran penyakit. Penularannya dapat terjadi berkelanjutkan di daerah dengan iklim tropis dan subtropis.

Badan menggigil hebat menjadi salah satu tanda dimulainya penyakit ini. Gejala lain adalah berupa demam, sakit kepala, rasa tidak enak badan yang dapat berlangsung antara 1 sampai dengan 6 hari.

Perkembangannya sulit ditebak. Jika tidak cepat didiagnosa, gejala dapat mengarah pada kondisi lumpuh dan kematian. Karena itu, diagnosis dan pengobatan yang cepat menjadi kunci penanganan.

Pada Agustus tahun 2005 silam, sedikitnya 275 orang di Negara Bagian Uttar Pradesh, India Utara, dilaporkan tewas akibat epidemi flavirus ini.

Beberapa sumber mengutip data WHO menyebut kasus Ensefalitis Jepang mencapai sekitar 68.000 kasus per tahun di seluruh dunia. Ada 24 negara di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat yang memiliki risiko tinggi dilanda Ensefalitis Jepang.

Meski ada vaksin yang tersedia untuk mencegah Ensefalitis Jepang, tetapi sampai sekarang belum ada obat yang diklaim bisa menyembuhkannya. Sejauh ini, penanganan pada penderita biasanya menyasar infeksi dan gejala klinis yang parah.

Baca Juga:  Pemberantasan Nyamuk Aedes

Orang yang bepergian ke daerah-daerah pedalaman selama pergantian musim dianggap paling berisiko terserang, karena itu disarankan untuk melakukan vaksinasi.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

1 Comment

  1. Its like you read my mind! You appear to know so much about this,
    like you wrote the book in it or something. I think that you could
    do with some pics to drive the message home a little bit, but other than that, this is wonderful
    blog. An excellent read. I’ll certainly be back.

Leave A Reply