Penghormatan Dunia Untuk Dokter Zhao Ju

0

Mediamedis.com – Pengabdian dokter yang satu ini kepada orang-orang yang membutuhkan bukan hanya dilakukan selama hidupnya, bahkan juga setelah kematiannya yang ditangisi para kolega, pasien dan masyarakat dunia.

Dia adalah Zhao Ju, mendiang dokter spesialis penyakit mulut asal China berusia 41 tahun, yang memilih menjadi dokter relawan di wilayah Shannan, Daerah Otonom Tibet bersama sekelompok dokter lainnya, sejak dua bulan lalu.

Zhao Ju yang berasal dari Provinsu Anhui, China timur, diketahui menderita sakit aneurisma ketika ia tengah menjalankan tugas kemanusiaannya. Aneurisma adalah kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri

Dikabarkan beberapa media lokal, dalam aktivitasnya melayani warga Tibet yang membutuhkan, ia mulai kerap merasakan sakit kepala yang hebat.

Sebelum kematiannya pada 22 September lalu, Zhao meminta kepada keluarganya agar mengabulkan keinginan terakhirnya yaitu menyumbangkan ginjal, hati dan kornea matanya kepada mereka yang membutuhkan jika nyawanya tak dapat diselamatkan dari penyakit ganas itu.

“Anak saya adalah seorang dokter, ia menyembuhkan luka dan menyelamatkan yang sekarat. Dia akan selalu melakukan yang terbaik untuk kemajuan orang lain,” kata ayah Zhao dikutip dari CCTCNews.

Sesama dokter menggambarkan Zhao sebagai dokter yang “menggunakan sepenuh hatinya dalam bekerja dan memperlakukan setiap pasiennya dengan serius”.

Pada 29 September, mimpin Zhao terkabul. Di sebuah rumah sakit di Kota Hefei, ibukota Provinsi Anhui, para dokter mengangkat ginjalnya, menempatkannya di kotak pengalihan organ. Ginjal yang tadinya ada di dalam tubuh Zhao segera dikirim ke ruang operasi lain, ditanamkan pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir.

Karena jiwa sosialnya yang tinggi, para koleganya dan para perawat yang melakukan pemindahan organ itu melakukan penghormatan yang sangat mengharukan.

Baca Juga:  Jika Nyeri Menjadi Penghalang Hubungan Intim Anda

Dalam beberapa foto yang menyebar cepat di media sosial seperti facebook dan beberapa media online lokal, tampak sejumlah tenaga medis melakukan posisi membungkuk yang dalam menghadap ke jasad Zhao Ju.

Foto-foto proses bedah dan sikap hormat para dokter itu pun menuai respons penuh simpati dari jutaan netizen, baik di China maupun dunia.

“Rest in peace doc.your trully have a heart of a true doctor whose dedicated in his profesion,’til the end you offer yourselflessly.may GOD grant you an internal peace..salute!,” tulis Luzvi Armenio, seorang pengguna facebook dari Filipina, mengomentari foto pada akun resmi CCTVNews

Zhao Ju dikenal sebagai dokter yang tidak mengenal liburan demi melayani para pasien. Agar semua pasien bisa mendapatkan pengobatan terbaik, ia sering bekerja lembur.

Pasien di Departemen Stomatology, di tempat ia melakukan pelayanan, kadang perlu berulang kali datang menemui Zhao Ju. Karena itu almarhum sering mengorbankan waktu istirahatnya untuk melakukan diagnosis dan pengobatan, sehingga para pasien dapat menyelesaikan pengobatan dalam waktu singkat.

Rest In Peace Zhao Ju..

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply