Para Ahli: Pneumonia Lebih Mematikan Daripada Serangan Jantung

0

Mediamedis.com – Pasien yang dibawa ke rumah sakit karena menderita pneumonia atau dikenal juga sebagai paru-paru basah lebih memiliki kemungkinan meninggal dunia daripada mereka yang dibawa ke ruangan darurat karena terkena serangan jantung.

Demikian kesimpulan dari para ahli paru-paru dan pernafasan yang menghadiri konferensi tahunan Austrian Society of Pulmonology di Wina.

Mereka mengatakan, tingkat kematian untuk pasien dengan serangan jantung berada di bawah lima persen, sementara sekitar 10 persen dari total pasien yang dibawa ke rumah sakit dengan pneumonia akhirnya “menyerah” dengan kondisi paru-paru mereka.

“Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa peradangan paru-paru sering terlalu diremehkan sebagai kondisi yang mengancam jiwa,” kata  galah satu pakar, Holger Flick, seperti dilaporkan Austria Press Agency, Jumat kemarin (7/10).

Temuan baru mereka menunjukkan bahwa sekalipun para pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit tidak menunjukkan tanda-tanda kondisi kritis, mereka tetap harus tunduk pada pemantauan intensif dan terapi dari awal.

“Para pasien sering hanya ditempatkan di bangsal normal, meskipun kondisi mereka dapat memburuk secara dramatis hanya dalam beberapa jam,” lanjut dia.

Pneumonia bisa juga disebut radang paru. Penyakit ini merusak bagian paru-paru yang berfungsi menyerap oksigen. Infeksi pneumonia menimbulkan reaksi tubuh yang ditandai gangguan fungsi pada kantong-kantong udara di paru-paru manusia. Paru-paru yang penuh cairan memiliki akan bisa terdeteksi oleh dokter lewat alat stetoskop.

Pneumonia bisa mengakibatkan pasien kekurangan oksigen dan risiko paling buruknya mengalami kematian. Gejalanya sangat beragam, tergantung level kegentingannya. Bisa juga gejala itu berlainan karena perbedaan jenis bakteri pemicu infeksinya, atau kondisi kesehatan si penderita

Tetapi ada gejala-gejala umum yang biasanya muncul dan harus diwaspadai sebagai awal dari pneumonia. Antara lain, batuk kering atau berdahak kental disertai darah, nafas yang pendek, sering berkeringat dan menggigil, dan rasa sakit di dada saat menarik napas atau batuk.

Baca Juga:  Sayur dan Buah Untuk Jantung Sehat

World Health Organization (WHO) memperkirakan pneumonia menyumbang15 persen dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Para ahli berpendapat, tindakan cepat yang biasa dilakukan terhadap para pasien serangan jantung oleh tim rumah sakit sudah seharusnya berlaku pada pasien dengan kasus pneumonia.

Xinhua mengabarkan, pedoman baru untuk meningkatkan kualitas perawatan ini telah dikembangkan bersama oleh Austria, Jerman, dan Swiss.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply