Mengintip Misteri Kepergian Mike Mohede

0

Mediamedis.com – Kabar wafatnya penyanyi muda berbakat, Mike Mohede (32) pada Minggu lalu (31/7), mengejutkan para penghuni panggung tarik suara Indonesia.

Teman-teman, bahkan keluarga terdekatnya, tidak menyangka Mike pergi selamanya di usia yang begitu muda. Informasi sejauh ini menyebutkan bahwa pria bernama lengkap Michael Prabawa Mohede itu mengalami serangan jantung. Dia wafat saat sedang beristirahat usai bermain video game.

Kematian memang misteri dan sepenuhnya otoritas Tuhan. Tanpa menyingkirkan keyakinan tersebut, dunia kesehatan memastikan penyebab tiap kematian dapat ditelusuri.

Kematian mendadak pada orang muda seperti Mike memang jarang kita temui. Tetapi, bagi mereka yang berisiko dapat mengambil tindakan pencegahan. Meski jarang, kematian mendadak pada orang di bawah usia 35 seringkali diakibatkan karena cacat jantung yang tidak diketahui atau kelainan jantung yang diabaikan. Kematian mendadak juga sering terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga.

Kita ambil contohnya di negara maju Amerika Serikat. Dikutip dari situs mayoclinic, hampir 360.000 serangan jantung tiba-tiba terjadi setiap tahun, namun sangat jarang terjadi pada orang muda. Sebagian besar kematian akibat serangan jantung mendadak terjadi pada orang tua.

Bisa disimpulkan, penyebab kematian akibat serangan jantung mendadak pada orang muda cukup bervariasi. Sebagian besar karena kelainan jantung yang menyebabkan jantung berdetak abnormal, dikenal sebagai fibrilasi ventrikel.

Secara spesifik, kematian akibat serangan jantung mendadak pada orang muda berkaitan dengan hypertrophic cardiomyopathy (HCM).

Ini adalah penyakit di mana otot jantung (miokardium) menebal sehingga sulit bagi jantung untuk memompa darah.

Biasanya kondisi ini tidak fatal pada kebanyakan orang, namun menjadi penyebab paling umum kematian mendadak yang berhubungan dengan jantung pada kalangan berusia di bawah 30 tahun. HCM juga jadi penyebab paling umum kematian mendadak pada atlet. HCM juga sering tidak terdeteksi.

Faktor kedua adalah kelainan arteri koroner. Ada beberapa orang dilahirkan dengan arteri jantung (arteri koroner) yang terhubung abnormal. Arteri dapat terkompresi selama aktivitas fisik dan tidak memberikan aliran darah yang cukup ke jantung.

Long QT syndrome. Sindrom ini adalah gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan detak jantung kacau. Detak jantung yang cepat ditimbulkan dapat menyebabkan pingsan. Denyut jantung yang tidak teratur tentu dapat mengancam jiwa atau kematian mendadak. Orang-orang muda dengan sindrom ini memiliki peningkatan risiko kematian mendadak.

Penyebab lain dari kematian jantung mendadak pada orang muda termasuk kelainan struktural jantung, seperti penyakit jantung bawaan dan kelainan otot jantung.

Penyebab lainnya adalah inflamasi (peradangan) pada otot jantung, yang dapat disebabkan oleh virus dan penyakit lainnya.

Penyebab lain yang jarang dari kematian jantung mendadak yang dapat terjadi pada siapa saja adalah commotio cordis. Biasanya terjadi para pencinta olahraga keras. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pukulan benda tumpul ke bagian dada pada waktu yang tepat. Pukulan ke dada dapat memicu fibrilasi ventrikel jika pukulan menyerang tepat pada saat tertentu dalam siklus listrik jantung.

Banyak sekali kematian mendadak akibat serangan jantung terjadi tanpa peringatan. Karena itu beberapa gejala berikut ini harus diperhatikan:

Pertama, beberapa kali pingsan (sinkop) tanpa penjelasan. Pingsan tanpa alasan jelas yang terjadi selama aktivitas fisik bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan jantung Anda.

Kedua, riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga Anda yang wafat mendadak sebelum usia 50 mesti menjadi kekhawatiran Anda. Sebaiknya Anda berbicara dengan dokter untuk melakukan screening.

Kerap mengalami sesak napas atau nyeri dada juga bisa menjadi tanda bahwa Anda berada dalam risiko kematian mendadak akibat serangan jantung. Tetapi ini tanda yang tidak umum dan mungkin saja merupakan tanda dari masalah kesehatan lainnya seperti asma.

Dapatkah kematian mendadak pada orang muda dicegah? Jika Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung mendadak, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menghindari olahraga terlalu keras. Perawatan medis atau bedah disarankan untuk mengurangi risiko kematian mendadak tergantung pada kondisi yang mendasari Anda.

Bagi mereka yang menderita HCM bisa melakukan implan cardioverter-defibrillator (ICD). Ini adalah perangkat berukuran kecil yang ditanamkan di dada seperti alat pacu jantung. ICD terus memonitor detak jantung Anda. ICD memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung yang normal.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika Anda khawatir tentang faktor risiko kematian mendadak. Misalnya, jika seseorang dalam keluarga Anda meninggal muda, penting untuk melakukan otopsi untuk menentukan penyebab kematiannya. Jika otopsi menunjukkan bahwa kondisi jantungnya yang menyebabkan kematian, maka screening anggota keluarga lainnya sangat diperlukan.

Baca Juga:  Gejala Penyakit Jantung Pada Wanita

Sebagai contoh, jika otopsi menunjukkan HCM, disarankan agar semua kerabat terdekat dari almarhum diperiksa, termasuk orang tua, saudara dan anak-anak. Screening ini dianjurkan tidak hanya sekali, bahkan jika evaluasi pertama menghasilkan indikator normal.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply