Mengintip Cinta Dari Dokter Kuba

0

Rekan Mediamedis, apa persepsi yang pertama muncul di kepala Anda jika mendengar nama Kuba? Negara tertutup, sosialisme, cerutu atau dua legenda revolusioner Fidel Castro dan Che Guevara?

Tapi ada satu hal lain yang menarik dari Kuba, bukan soal politiknya, melainkan perhatian negara ini kepada pelayanan kesehatan yang manusiawi bagi seluruh rakyat negaranya maupun internasional.

Sejauh ini, sistem kesehatan Kuba sangat dihormati di dunia. Dan, benar-benar gratis untuk semua warga negaranya.

Data Bank Dunia menyebutkan, Kuba memiliki sekitar 69.000 tenaga dokter. Tersedia 6-7 dokter untuk setiap 1.000 warga. Lebih dari 20 persen tenaga dokter Kuba saat ini bekerja pada misi medis di 66 negara asing. Demikian diberitakan Aljazeera.

Sejak pemerintah komunis mengambil alih kekuasaan di negara Kepulauan Karibia itu pada tahun 1959, Kuba tak henti-hentinya mengerahkan tenaga medis ke seluruh dunia. Di samping misi kemanusiaan, terselubung upaya menyebarkan ideologi sosialisme dan juga memperkuat hubungan luar negeri Kuba dengan seluruh dunia.

Ya, Kuba telah mengirim sekitar 185.000 tenaga kesehatan untuk lebih dari 100 negara sejak tahun 1960-an.

Staf medis mereka dikerahkan untuk bencana-bencana alam terburuk di dunia, seperti bencana tsunami 2004 di Indonesia dan Asia, juga gempa bumi mematikan di Pakistan pada tahun 2005.

Ketika Ebola melanda Afrika Barat pada 2014-2015, Kuba mengirim ratusan dokter dan perawat untuk daerah berbahaya di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea. Jumlahnya jauh lebih banyak dari negara-negara lain di dunia.

Pengakuan akan dedikasi para dokter di Kuba datang dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

“Mereka selalu yang pertama tiba dan terakhir yang meninggalkan lokasi,” ucapnya memuji para tenaga medis Kuba.

“Mereka tetap di tempat setelah krisis. Kuba bisa dibanggakan dari sistem kesehatannya, sebuah model bagi banyak negara,” tambah Ban Ki-moon

Tapi, selalu ada celah kritik terhadap sistem apapun di dunia ini. Di tengah kegemaran pemerintahan sosialis memberi layanan kesehatan kepada rakyatnya dan masyarakat dunia, fakta mengejutkan menyebut bahwa gaji rata-rata dokter di Kuba hanya US$ 30 per bulan.

Meski begitu, manfaat sistem kesehatan Kuba tentu tetap dianggap lebih besar daripada sisi negatifnya.

Direktur Hubungan Internasional Departemen Kesehatan Kuba, Dr Antonio Gonzalez Fernandez, menggarisbawahi data kesehatan mengesankan Kuba. Penduduk Kuba berjenis kelamin pria memiliki harapan hidup rata-rata sampai 78 tahun. Sedangkan perempuan rata-rata sampai 80 tahun.

Tingkat kematian bayi hanya 4,7 per 1.000 kelahiran, jauh lebih rendah daripada Amerika Serikat.

“Kami diajarkan di sekolah kedokteran bahwa hal yang paling penting adalah pasien dan kesehatan masyarakat, bukan hanya Kuba, tapi orang-orang di seluruh dunia,” kata Fernandez.

Pembandingan “usil” atas pelayanan kesehatan di Kuba dan Amerika Serikat pun dilakukan. Ada yang mengatakan, ongkos berobat turis “Paman Sam” di Kuba hanyalah sebagian kecil dari ongkos mereka pulang kembali ke negaranya.

Ileana Gonzalez, dokter mata Kuba dengan pengalaman 25 tahun, menjelaskan perbedaan mencolok antara layanan kesehatan AS dan Kuba. Gonzalez telah melakukan dua kali perjalanan ke AS. Pada satu kunjungan ia menemukan seorang dengan penyakit Alzheimer menjalani perawatan dengan mengkonsumsi 25 obat yang berbeda, dan sebagian besar di antaranya sebetulnya tidak diperlukan.

Baca Juga:  Depresi Bukan Bagian Normal dari Penuaan

“Dokter Amerika berbeda dengan dokter di Kuba. Mereka benar-benar tidak peduli tentang penderitaan manusia. Mereka melihat obat sebagai bisnis pertama dan terutama,” kritiknya saat diwawancara Aljazeera.

“Dokter Kuba, di sisi lain, melihat orang-orang menderita dan punya kebutuhan untuk meringankan itu. Karena sistem sosialis kami, pelayanan tidak ada hubungannya dengan keuntungan,” tegasnya

“Gaji kami sangat rendah. Ketika Anda belajar kedokteran di sini, itu karena cinta, bukan uang. Anda menjadi dokter karena ingin membantu orang,” pungkas Gonzalez.

Sementara sebagian besar dokter Amerika membawa pulang gaji dengan enam digit di tiap tahunnya, dokter di Kuba hanya dibayar sekitar US$ 30 per bulan.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply