Kontroversi Game Sensasional, “Pokemon Go”

0

Mediamedis.com – Walaupun game Pokemon Go baru dirilis di negara Amerika Serikat, Jepang dan Australia, permainan menangkap monster Pokemon di dunia nyata ini telah menjadi sensasi di seluruh dunia.

Game yang berbasis augmented reality (AR) tersebut memanfaatkan GPS dan kamera belakang smartphone untuk menampilkan karakter monster Pokemon di layar smartphone yang di ‘layer’ dengan tampilan dunia nyata.

Game Pokemon Go ini tidak akan membuat anda melakukan olah raga yang intensif, dan tidak dapat menggantikan rutinitas anda untuk berolah raga, namun game ini akan membantu anda untuk “mulai” berjalan dan bergerak tanpa anda menyadarinya.

Seperti yang tertulis di website resmi game ini “Get Up And Go“, game ini akan memotivasi para pemainnya untuk bangun dan berjalan untuk mulai berpetualang di dunia nyata dan digital.

Sebenarnya konsep ini bukanlah konsep yang baru, sudah banyak perusahaan pembuat software dan konsol berusaha memadukan antara olah raga dan game, seperti contohnya Wii Fit, dari Nintendo.

[/two_third][one_third_last]Game ini akan “memaksa” orang untuk berjalan dan bergerak untuk mencari dan menangkap karater-karakter Pokemon tersebut

Yang menarik dari Pokemon Go ini adalah, kita akan dibuat penasaran untuk mencari dan mengeksplorasi, yang berarti berjalan dan bergerak, dan kemudian atas usaha tersebut kita akan memperoleh insentif yaitu tambahan koleksi karakter Pokemon. Hal ini akan menjadikan kegiatan berjalan menjadi mengasyikan dan menantang, bukan menjadi beban.

Berbagai kisah dari para pemain game ini seperti yang manyatakan bahwa ia sengaja melewatkan makan siang untuk berjalan-jalan mencari Pokemon, kemudian sengaja “ketinggalan” kereta dan kemudian berjalan demi mencari karakter baru.

Hasil yang sangat positif juga datang dari penderita depresi, game ini memberikan motivasi untuk bangun dari tempat tidur, keluar rumah dan mulai berinteraksi dengan orang lain, hal yang sangat sulit untuk dilakukan bagi penderita depersi.

Penelitian menunjukan bahwa berjalan dan melakukan kegiatan di alam terbuka dapat berpengaruh positif bagi kesehatan mental

Game buatan Nintendo yang bekerja sama dengan Niantic tersebut telah lama dinanti-nanti sehingga pada saat dirilis Rabu lalu (6/7) server dari game ini berkali-kali tumbang karena efek serbuan masal dari para pemain.

Game ini bukan tanpa bahaya, dengan mata yang selalu tertuju pada layar smartphone, dapat berpotensi mendatangkan bahaya terutama bagi anak-anak.

Dengan pandangan yang tidak lepas dari layar smartphone, akan membuat seseorang tidak sadar keadaan sekelilingnya, tentu hal ini sangat berbahaya, misalnya tidak memperhatikan jalan saat menyeberang, atau bertabrakan dengan orang lain pada saat berjalan, atau tersandung dan jatuh dan masih banyak kecelakaan lain.

Bahaya yang tidak kalah besarnya adalah memainkan Pokemon Go sambil mengendarai kendaraan bermotor. Sebagai contoh, baru-baru ini Lamar Hickson, di Massachusetts, Amerika Serikat berhenti di tengah-tengah jalan bebas hambatan untuk menangkap Pikachu yang menyebabkan kecelakaan jalan tol terburuk di daerah itu.

Bahaya dari teksting dan menyetir sudah sangat serius, apa lagi bermain Pokemon Go sambil menyetir.

Game Pokemon Go ini belum dirilis secara resmi di Indonesia, namun game ini sudah dapat diunduh dari beberapa situs dan banyak yang sudah mencoba dan memainkannya. Perlu diingatkan bahwa game ini bersifat adiktif sehingga diperlukan kesadaran dan kontrol diri yang kuat agar dapat memainkan game dalam kondisi dan situasi yang tidak berbahaya.

Baca Juga:  Video Game Tidak Selalu Buruk!

Kesadaran terhadap kondisi dan lingkungan sekitar harus selalu diperhatikan, dan yang terutama jangan bermain game ini pada saat mengemudi. Kontroversi dari game ini masih terus berlanjut, baik buruknya efek dari bermain game ini akan kembali lagi kepada si gamer.

(MM/EP)

forbes.com, pokemongo.com, ign.com, attn.com
Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply