Kok Bisa Tahi Kucing Membantu Pengobatan Kanker?

0

Mediamedis.comToxoplasma gondii, parasit yang umumnya ditemukan dalam kotoran kucing, secara umum diketahui berdampak merugikan pada kesehatan, bahkan salah satunya skizofrenia.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa parasit tersebut sangat mungkin dimanfaatkan untuk dunia medis, dan bisa berperan besar dalam penelitian untuk menemukan obat untuk kanker yang selama ini tak terpikirkan.

Medical Daily mengabarkan, para ilmuwan dari Dartmouth Geisel School of Medicine sudah menyimpulkan bahwa protein spesifik yang dikeluarkan oleh Toxoplasma gondii menyebabkan meningkatnya sistem kekebalan tubuh pada tikus untuk menghancurkan tumor ovarium.

Para ilmuwan berharap hasil menggembirakan ini bisa segera diimplementasikan pada perawatan imunoterapi pasien kanker ovarium.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan toxoplasma gondii bisa menyembuhkan beberapa jenis tumor pada tikus. Namun, studi terbaru yang dilakukan tim Dartmouth Geisel School of Medicine ingin memahami mengapa hal itu bisa terjadi.

Untuk mengetahuinya, tim menghapus gen dalam parasit dan kemudian menyuntikkan parasit itu kepada tikus dengan kanker ovarium yang agresif untuk melihat apa yang akan terjadi.

Akhirnya, melalui proses berulang-ulang, mereka mampu mengidentifikasi protein spesifik yang diekskresikan oleh parasit yang bertanggungjawab pada munculnya efek melawan kanker.

Sejauh ini, kanker ovarium “menyumbang” sekitar tiga persen dari semua kanker yang menyerang kalangan perempuan. Hal yang membuat kanker ini sangat mematikan adalah kemampuannya untuk menghindari sistem kekebalan tubuh.

Kemampuan untuk bersembunyi (toleransi kekebalan tubuh) yang dimiliki sel kanker membuat sistem kekebalan tubuh kesulitan untuk mengetahui sel-sel mana yang harus diserang. Akibatnya, kanker dapat tumbuh dan menyebar.

Baca Juga:  Ilmuwan Chili Kembangkan Teknologi Deteksi Dini Kanker

Namun, berdasarkan eksperimen pada tikus, toxoplasma gondii dapat membantu untuk memecahkan toleransi kekebalan sel kanker ovarium. Akibatnya, memudahkan sistem kekebalan tubuh tikus untuk secara efektif mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker ovarium yang agresif.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply