WHO: Eropa Jangan Remehkan H5N8

0

Wabah flu burung jenis baru sedang mengancam Eropa. Jenis virus H5N8 telah ditemukan di Jerman dan beberapa negara lain seperti Hungaria, Polandia, Belanda, Denmark, dan Kroasia.

H5N8 adalah subtipe virus Influenza A (disebut juga virus flu burung). H5N8 dianggap sebagai salah satu subtipe patogen yang lebih rendah. Virus ini diketahui dapat menyebar dengan mudah di antara unggas, namun belum dipastikan bisa atau tidak menjangkiti manusia.

Ini adalah kedua kalinya virus ini melanda Eropa melalui migrasi musim gugur burung liar, meskipun H5N8 telah beredar di Asia sejak 2010. Penelitian menunjukkan bahwa virus ini tetap pada dasarnya virus burung tanpa peningkatan risiko tertentu bagi manusia.

Tidak ada infeksi manusia dengan virus ini pernah dilaporkan di seluruh dunia. European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) sendiri menyimpulkan bahwa risiko penularan kepada masyarakat di Eropa dianggap sangat rendah

Namun, hari Jumat (25/11), Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO memperingatkan bahwa transmisi flu burung H5N8 pada manusia bukan tidak mungkin terjadi. Kemungkinan itu tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan di tengah ancaman terhadap Eropa.

“Sejauh ini, infeksi pada manusia dengan virus ini tidak dapat dikecualikan meskipun kita belum melihat kasus manusia dalam sejarah H5N8,” kata juru bicara WHO, Christian Lindmeier, dikutip Xinhua.

Sejak Juni tahun ini, H5N8 telah terdeteksi pada burung liar dan unggas domestik di Austria, Kroasia, Denmark, Jerman, Hungaria, Belanda, Polandia, Rusia dan Swiss.

Sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kontaminasi lebih lanjut setelah burung liar membawa virus dan ditemukan tewas oleh pihak berwenang.

Komisi Eropa juga menyerukan negara-negara anggota untuk waspada dan mengurangi risiko wabah lebih lanjut.

Baca Juga:  Ini Alasan Hong Kong Stop Perdagangan Unggas Hidup

Para ahli dari Otoritas Keamanan Makanan Eropa saat ini mendukung pemerintah untuk mengidentifikasi bagaimana virus yang sangat patogen memasuki peternakan unggas serta risiko yang ditimbulkan oleh burung-burung liar.

Mengingat situasi ini, WHO merekomendasikan untuk menghindari kontak dengan unggas atau hewan lain yang sakit atau yang ditemukan tewas.

WHO juga mengingatkan masyarakat untuk benar-benar menjaga kebersihan tangan, membersihkannya dengan sabun atau disinfektan yang sesuai dan mengikuti praktik keamanan pangan dan kebersihan makanan yang baik.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply