Mengenal Endorfin: Si Hormon Bahagia

0

Mediamedis.com – Morfin (Morphine) adalah hasil olahan dari opium atau candu mentah, morfin yang terdapat dalam opium berupa serbuk putih. Morfin tergolong dalam jenis depresan, memiliki efek yang luas pada sistem saraf pusat dan otot polos. Pengaruhnya pada tubuh antara lain menyebabkan turunnya aktivitas neuron, pusing, perubahan perasaan dan kesadaran berkabut.

Penggunaan morfin secara terus-menerus memiliki risiko tinggi yang berujung pada kematian.

Morfin merupakan zat yang bersifat adiktif, menyebabkan ketagihan. Saat pemberian morfin dihentikan, ciri-ciri gejala putus zat yang terjadi antara lain pilek, bersin, mual, muntah, diare, serta gangguan tidur. Dalam waktu beberapa jam jika asupan morfin tidak diberikan, terjadi perasaan sakit secara fisik. Antara lain rasa sakit dan pegal otot pada punggung, kaki, sampai di seluruh tubuh yang disertai dengan gelisah, kejang, dan lemas.

Dalam dunia medis, morfin digunakan untuk penanganan nyeri akut yang berat, nyeri kronis sedang sampai berat, berperan dalam bidang anestesi, serta digunakan sebagai obat pilihan pada keadaan atau penyakit berkaitan dengan gangguan jantung dan paru-paru.

Morfin tersebut adalah morphine eksogen, yaitu zat yang berasal dari olahan di luar tubuh kita. Ternyata tubuh manusia pun mampu memproduksi morfin. Morphine endogen (Endogenous Morphine alias Endorphine/ Endorfin), yaitu morfin yang diproduksi secara alami oleh tubuh.

Endorfin diproduksi oleh kelenjar pituitari, merupakan susunan senyawa kimia yang terdiri dari asam amino protein. Morfin dan endorfin, serupa tapi tak sama.

Sama sekaligus berbeda dengan morfin dan segala efek sampingnya, endorfin tidak menyebabkan kecanduan maupun ketergantungan. Endorfin dikenal dan berperan sebagai hormon bahagia, dan kekuatannya jauh lebih besar daripada morfin.

Endorfin mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi. Diproduksi oleh tubuh saat tubuh dalam keadaan senang. Bagaikan siklus lingkaran, dimana saat seseorang tersenyum dan tertawa, tubuh mengartikan hal ini sebagai bahagia, sehingga otak memproduksi endorfin. Kemudian endorfin yang dilepaskan ini menimbulkan efek perasaan senang dan berenergi.

Fungsi endorfin dalam tubuh manusia :

Meredakan nyeri

Endorfin sebagai penghilang rasa sakit alami, memiliki daya kerja yang jauh lebih kuat dibandingkan morfin. Endorfin bekerja dengan memblokir reseptor pada sel-sel saraf sehingga mengganggu transmisi sinyal rasa sakit. Selain itu, endorfin juga memberikan efek sebagai sedatif (penenang).

Mengurangi stres

Endorfin berperan dalam mengurangi stres dan ketegangan pada tubuh.

Meningkatkan imunitas (sistem kekebalan tubuh)

Tubuh dan sistem imunitasnya memiliki sel-sel pembunuh alami, yang merupakan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel perusak, dan melawan sel-sel kanker. Stres yang besar ataupun dalam jangka waktu yang lama mempengaruhi kemampuan pembunuh alami ini untuk bekerja dengan baik dan mempengaruhi respons imun.

Efek awet muda (Penundaan proses penuaan)

Masih terus diteliti, bagaimana sesungguhnya hubungan atau cara kerja endorfin dalam proses penghambatan proses penuaan.

Proses produksi dan pelepasan endorfin di tubuh berkaitan dengan :

MAKANAN

Coklat

Pernahkah anda mengalami saat dimana suasana hati sedang sedih, ternyata memakan coklat membantu memperbaiki suasana perasaan sehingga merasa lebih baik dan bersemangat ?

Hal ini disebabkan coklat melepaskan endorfin yang membuat anda tenang. Coklat mengandung anandamida yang memiliki efek menyerupai ganja, namun efek coklat tidak berbahaya.

Pilih “dark chocolate” karena minimal kandungan kadar gula serta campuran bahan tambahan lain.

Perhatikan batasan coklat yang dimakan. Misalnya, makan satu atau dua potong coklat saat membutuhkan dorongan semangat.

Chili/ Cabai

Cabai atau cabe jenis rawit, merah, hijau, semuanya mengandung Kapsain yang dapat melepaskan endorfin. Setelah memakan cabai, ketika rasa panas mereda, akan hadir perasaan euforia. Alternatif lain untuk mendapatkan manfaat Kapsain, adalah dengan menaburkan bubuk lada pada makanan.

Karbohidrat

Makanan yang kaya karbohidrat dapat melepaskan endorfin. Efeknya adalah membuat perasaan lebih baik dan nyaman. Sambil diet pun, tetap dapat menikmatinya tanpa melanggar batasan diet. Kuncinya adalah berapa banyak takaran yang anda makan. Misalnya semangkok oatmeal dengan sedikit susu dan madu. Untuk lebih meningkatkan suasana hati, coba padukan dua stimulator endorfin secara bersamaan. Misalnya tambahkan irisan coklat pada oatmeal, atau tambahkan cabai pedas pada pasta.

Ginseng

Ginseng yang selama ini dikenal memiliki efek menghilangkan lelah, memberi energi pada sel-sel tubuh, serta berperan dalam penyembuhan, ternyata tanaman ini pun meningkatkan produksi endorfin. Ginseng dapat dinikmati dalam bentuk minuman ataupun suplemen sehari-hari.

Ekstrak vanili

Aroma vanili merangsang produksi endorfin. Campurkan setetes vanili ke dalam kopi, atau campurkan sedikit ke dalam yoghurt. Yang mempengaruhi produksi endorfin adalah aromanya. Jadi, pastikan anda menghirup aromanya dalam-dalam.

Manfaat yang sama pun bisa didapatkan dengan menghirup aroma lilin wangi, losion, serta minyak essensial, baik yang beraroma vanili ataupun aroma lavender.

AKTIVITAS

Tersenyum

Senyum yang tidak dibuat-buat, senyum yang sesungguhnya. Senyum ini akan menghasilkan produksi endorfin yang berpengaruh pada suasana hati.

Senyum Ducchene, yaitu senyuman yang mempengaruhi seluruh bagian wajah, termasuk mata. Senyum yang hanya terjadi saat merasa bahagia, dan tidak dapat dipalsukan.

Tertawa

Tertawa merangsang produksi endorfin. Tawa dapat menghilangkan stres dan memberikan banyak manfaat terapeutik bagi fisik dan mental. Memiliki selera humor yang baik, berbagi lelucon dengan sekitar, memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri dan sekitar adalah cara terbaik mendapatkan manfaat dari tertawa.

Hubungan sosial

Milikilah aktivitas bersama melalui hubungan sosial yang sehat. Manfaatkan waktu bersama anggota keluarga, teman, serta rekan kerja. Saat bersama, saling bertukar cerita, berbagi gosip. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gosip merangsang pusat rasa senang dalam otak dan melepaskan endorfin.

Harap diingat bahwa gosip berarti membicarakan tentang diri sendiri ataupun orang lain, namun jagalah diri agar tidak mengarah kepada yang negatif. Bergosiplah dalam artian berbagi kabar keadaan orang-orang dan lingkungan sekitar kita, dalam artian yang positif dan tidak memfitnah. Selain memperbaiki suasana hati, berkumpul dan bergosip bersama juga mempererat hubungan ikatan antar keluarga dan antar teman.

Membuka hati dalam hal kasih dan cinta

Bukalah pintu hati, milikilah hubungan yang baik dengan anggota keluarga, sahabat spesial, dan kekasih. Perasaan senang di hati ketika berada dekat bersama kekasih atau dalam kumpulan keluarga besar tercinta merupakan hasil dari pelepasan endorfin.

Menambahkan lebih banyak kadar kasih dan cinta dalam hidup, merupakan cara yang baik untuk meningkatkan kadar kebahagiaan. Hal ini tidak dapat terjadi begitu saja, memerlukan kesadaran dari diri, komitmen, serta usaha untuk mewujudkannya. Biarkan cinta bersemi bersama perjalanan waktu. Jalinlah hubungan yang baik dengan keluarga, sahabat, serta dia yang terkasih.

Berhubungan seksual

Bagi pasangan, berhubungan intim melepaskan endorfin yang memberikan efekĀ  perasaan bahagia. Melalui sentuhan fisik, kombinasi dengan adanya rasa cinta, mempengaruhi terjadinya orgasme. Ketika orgasme, endorfin dilepaskan ke aliran darah, dan menyebabkan perbaikan suasana hati.

KEGIATAN FISIK / OLAHRAGA

Lakukan olahraga jenis apapun

Kegiatan fisik atau olahraga merupakan cara yang cepat dan efektif dalam meningkatkan produksi endorfin. Begitu hebatnya pengaruh endorfin sehingga “Euforia” dapat dirasakan dalam proses olahraga ini.

Tidak perlu menjadi seorang atlet berpengalaman untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Semua jenis olahraga dapat menyebabkan endorfin dilepaskan ke dalam aliran darah.

  • Berjalan, berenang, joging
  • Olahraga beregu seperti basket dan sepak bola
  • Berkebun, merawat tanaman, bermain bersama anak, dan membersihkan rumah

Kelas olahraga berkelompok

Perpaduan antara aktivitas fisik dan sosialisasi dapat merangsang produksi endorfin ekstra. Saat melakukan aktivitas dalam kelompok, tingkat energi meningkat, sehingga endorfin yang dilepaskan pun meningkat.

Berikut adalah contoh kelas olahraga berkelompok :

  • Semua jenis tarian
  • Zumba
  • Yoga
  • Kickboxing, karate, atau seni beladiri lainnya.

Kegiatan dengan pacuan adrenalin tinggi

Suatu kegiatan yang menghadirkan pilihan respons : “Lawan atau Kabur Melarikan diri” (“Fight or Flight“). Pada keadaan ini, endorfin pun turut bekerja untuk memperbaiki suasana hati. Tipe aktivitas ini meliputi terjun payung, roller coaster, serta bungee jumping. Tentunya selalu pastikan keamanan peralatan dan perlengkapan sebelum kegiatan dimulai. Dan sebaiknya tidak dilakukan setiap hari karena aktivitas ini termasuk kelompok aktivitas yang menantang maut.

Meditasi

Selain semua aktivitas fisik yang disebutkan diatas, hal lain yang mempengaruhi produksi serta pelepasan endorfin dalam tubuh adalah melalui pernapasan yang dalam, relaksasi, serta meditasi.

Baca Juga:  Apa Yang Seks Lakukan Terhadap Otak?

Demikianlah informasi mengenai morfin alami yang diproduksi oleh tubuh kita sendiri, dengan sejumlah manfaatnya.

Milikilah hidup yang bahagia, sehat, serta mampu menyikapi setiap kejadian dalam hidup secara apa adanya dan tidak berlebihan. Karena segala sesuatu yang baik sekalipun, dalam dosis berlebihan dapat berubah menjadi tidak baik.

Selamat bereksplorasi dan salam semangat.

(MM/SS)

brown.edu, webmd.com, wikihow.com, cnn.com
Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply