WHO Desak Negara-negara Berlakukan Pajak Gula Minuman Ringan

0

Mediamedis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak semua negara di dunia untuk mempertimbangkan penerapan pajak minuman ringan yang mengandung gula tinggi sebagai cara efektif untuk menanggulangi epidemi global obesitas dan diabetes,  terutama pada anak-anak.

Saat ini semakin banyak negara yang mempertimbangkan langkah-langkah fiskal untuk membatasi konsumsi warganya terhadap minuman seperti cola, lemonades dan minuman ringan lainnya. WHO menyatakan, pengenaan pajak 20  persen pada minuman ringan mengandung gula bisa mengurangi konsumsinya di tengah masyarakat secara signifikan.

“Minum sedikit minuman manis berkalori adalah cara terbaik untuk mengekang berat badan yang berlebihan dan mencegah penyakit kronis seperti diabetes, meskipun lemak dan garam dalam makanan olahan juga bersalah. Kami bisa mengatakan ada cukup bukti untuk melanjutkan kebijakan ini dan kami mendorong negara-negara untuk menerapkan kenaikan pajak pada minuman manis untuk mencegah obesitas,” kata pejabat WHO, Temo Waqanivalu.

Direktur WHO pada Departemen Pencegahan Penyakit Tidak Menular.Dr Douglas Bettcher, menyatakan, kenaikan pajak minuman ringan akan mengurangi lebih banyak penderitaan dan menyelamatkan banyak nyawa. Kebijakan itu juga dapat memotong biaya kesehatan dan peningkatan pendapatan negara untuk berinvestasi dalam pelayanan kesehatan.

Kebijakan fiskal lain yang disarankan WHO kepada negara-negara dunia adalah subsidi pada komoditas buah dan sayuran segar hingga 10-30 persen.

Salah satu negara maju yang memberlakukan kebijakan pajak minuman bergula adalah Inggris. Negara-negara lain, termasuk Filipina dan Afrika Selatan, juga tengah menjalankan langkah-langkah serupa. Sebelumnya, Belgia, Perancis, Hungaria dan Meksiko telah lebih dulu mempelopori

Di Meksiko, pengaan pajak 10 persen diklaim telah berhasil mengurangi penjualan dan konsumsi minuman ringan bergula. Bahkan para pengkampanye kebijakan itu menekan pemerintah untuk menggandakan nilai pajaknya. Negara-negara Skandinavia pun memberlakukan pajak serupa, dengan tingkat keberhasilan beragam, selama bertahun-tahun.

Baca Juga:  Terdepan Melawan Zika, Kuba Tuan Rumah Pertemuan Regional

WHO mengatakan, pajak untuk produk minuman ringan itu memiliki dampak paling besar pada kaum muda dan mereka yang berpenghasilan rendah yang juga menjadi kelompok konsumen terbesar komoditas tersebut.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply