WHO Cabut Status Darurat Zika, Dunia Harus Tetap Waspada

0

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mencabut status darurat internasional wabah Zika pada Jumat pekan lalu (18/11).

Seperti diketahui, status darurat wabah Zika berlaku sejak awal Februari tahun ini. Penyebaran wabah Zika dianggap sebagai keadaan darurat bagi kesehatan masyarakat internasional.

Kini, meski telah mencabut status darurat itu, WHO menekankan kebutuhan dunia untuk terus melakukan usaha jangka panjang mengatasi virus yang dikaitkan dengan cacat lahir dan komplikasi neurologis itu.

Bahkan, para pejabat di Komite Darurat WHO masih menganggap Zika sebagai ancaman kesehatan masyarakat global. Mereka memperingatkan, virus yang telah ditemukan di 60 negara sejak diidentifikasi di Brazil tahun lalu itu akan terus menyebar di wilayah-wilayah yang aman bagi populasi nyamuk pembawanya.

Setelah status darurat dicabut, kini Zika berada di “kelas” yang sama dengan penyakit berbahaya lainnya, seperti demam berdarah, yang sama-sama menimbulkan risiko serius dan memerlukan penelitian lanjutan, termasuk upaya untuk mengembangkan vaksin yang efektif.

Di sisi lain, beberapa ahli kesehatan dunia mengaku khawatir pencabutan status “darurat internasional” akan memperlambat penelitian virus yang terus menyebabkan infeksi di Amerika Serikat dan belahan benua lain itu.

“Saya pikir keputusan WHO adalah tidak bijaksana,” kata Lawrence Gostin, seorang ahli hukum kesehatan global dari Georgetown University.

Menurut dia, Zika masih memegang potensi epidemi meskipun penyebarannya telah berkurang,

“Jika dia muncul kembali di Amerika atau melompat ke bagian lain dari dunia, secara signifikan akan mengancam generasi baru kita, anak-anak akan lahir dengan cacat microcephaly,” jelas Gostin.

Gostin mengatakan, respons internasional terhadap Zika selama ini sudah cukup lamban. Ia khawatir, keputusan WHO mengakhiri status darurat akan memberi alasan bagi negara-negara dunia untuk tidak berinvestasi dalam kesiapsiagaan dan penelitian.

Baca Juga:  Florida Tumbang, Louisiana-Texas Dibidik Zika

Namun, dalam konferensi pers, Direktur Eksekutif  Program Kesehatan Darurat WHO, Dr. Peter Salama, menegaskan kebijakan ini tidak berarti WHO “merendahkan” level bahaya Zika.

Seorang ahli penyakit menular di University of Pittsburgh Medical Center, Dr Amesh Adalja, mengatakan, deklarasi darurat kesehatan wabah Zika telah membantu mengalihkan perhatian dunia terhadap penyakit tersebut, dan hasilnya cukup siginifikan saat ini. Namun dia tekankan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, termasuk dalam hal pengembangan vaksin.

Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat juga menanggapi kebijakan WHO itu. Mereka menyebut keputusan itu tidak mengubah kebutuhan mendesak untuk lebih memahami dampak Zika pada janin dan bayi, untuk mengembangkan diagnosa yang lebih baik, dan untuk membuat vaksin yang dapat mencegah infeksi serta penyebaran penyakit.

(MM/AG)

Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply