Benarkah Kopi Menyebaban Osteoporosis?

0

Mediamedis.com – Benarkah kopi dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita?

Osteoporosis adalah suatu kondisi pada tulang di mana kualitas jaringan tulang menurun, disebabkan oleh massa atau kepadatan tulang yang berkurang.

Dalam kondisi normal, tulang selalu dalam keadaan keseimbangan, di mana terjadi penyerapan dan pembentukan massa tulang secara terus menerus, hal ini akan membentuk struktur tulang yang kuat dan padat. Osteoporosis akan terjadi ketika dalam tubuh kita lebih banyak penyerapan daripada produksi massa tulang.

Osteoporosis tidak memiliki penyebab tunggal, hal itu berkaitan dengan serangkaian interaksi hormonal yang mengatur pembentukan dan penyerapan tulang. Sejumlah hormon juga bertanggungjawab dalam pembentukan tulang, termasuk di antaranya  estrogen dan testosteron, yang berperan penting dalam deposisi mineral dan aktivitas osteoblas (sel-sel yang membuat tulang baru).

Dengan kata lain, pada osteoporosis, tulang akan kehilangan kepadatan, menjadi lemah dan rentan terhadap patah tulang, bahkan terhadap trauma yang ringan.

Pola makan dan jenis makanan yang kita pilih memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan tulang. Beberapa makanan dan nutrisi tertentu akan mempromosikan pertumbuhan tulang yang sehat, sementara yang lainnya tidak.

Kalsium dan vitamin D, sangat berperan dalam pembentukan tulang yang sehat. Lebih dari 99% dari kalsium di tubuh kita berada di dalam tulang, sedangkan sisanya menjalankan fungsi-fungsi yang tidak kalah pentingnya bagi tubuh kita.

Vitamin D adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur penyerapan kalsium dan fosfor, dua nutrisi penting untuk kesehatan tulang dan aktivitas syaraf dan otot. Selain dari makanan, vitamin D juga dapat diperoleh dari paparan terhadap sinar matahari.

Magnesium, fosfor, vitamin K, vitamin B dan vitamin B12 semuanya ini mendukung kesehatan tulang. Dengan kandungan nutrisi dari makanan yang kita makan saja, sebenarnya kebutuhan vitamin dan mineral tersebut sudah tercukupi. Multivitamin atau suplemen kesehatan akan diperlukan jika pola diet yang dijalankan dirasa tidak seimbang.

Bagaimana dengan kopi? Kopi nampaknya memiliki beberapa efek negatif pada kepadatan tulang pada wanita, dan dapat menyebabkan osteoporosis, hal yang tidak dijumpai pada pria.

Kafein yang didapati di dalam kopi dapat mempengaruhi kepadatan tulang secara  langsung. Sifat asam yang terdapat dalam kafein dapat secara langsung mempengaruhi metabolisme yang akan menyebabkan larutnya mineral kalsium dari tulang, yang kemudian akan dikeluarkan dari tubuh lewat air seni ataupun kotoran.

Kopi dan kafein mengganggu penyerapan mineral dan meningkatkan pengeluaran beberapa mineral penting, termasuk kalsium, kalium, magnesium dan besi dari dalam tubuh.  (Bergman, et al, 1990)

“Kita akan kehilangan sekitar 6 miligram kalsium untuk setiap 100 miligram kafein dicerna,” menurut Linda K. Massey, PhD, RD, seorang profesor ahli nutrisi dari Washington State University.

[two_third]Ketika wanita mencapai menopause, hormon esterogen akan turun secara signifikan. Estrogen merupakan hormon yang penting untuk aktivitas osteoblas, yaitu sel-sel yang berfungsi untuk membentuk tulang baru. Tanpa estrogen, osteoblas tidak dapat menghasilkan tulang baru yang cukup, sehingga pengeroposan tulang timbul lebih cepat dari pembentukannya.

Kafein selain didapatkan di dalam kopi, juga banyak dijumpai di dalam minuman soda dan minuman energi, walaupun demikian kopi tetap merupakan sumber utama dari kafein. Dalam satu gelas besar kopi (500ml) dapat mengandung hingga 320 miligram kafein, sedangkan soda tinggi kafein dapat berisi hingga 80 miligram per kaleng atau lebih.

[/two_third][one_third_last]Risiko osteoporosis pada wanita yang mengkonsumsi kopi akan meningkat secara signifikan, terutama pasca menopause.

[/one_third_last]

Membatasi konsumsi kafein dapat mengurangi kecepataan pengeroposan tulang dan risiko osteoporosis. Bagi individu yang tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan kepadatan tulang, konsumsi 100 mg kafein (satu cangkir kopi) atau kurang per hari masih dapat diterima.

Tetapi bagi orang-orang yang telah memiliki tanda-tanda penurunan kepadatan tulang atau gejala osteoporosis sebaiknya benar-benar menghilangkan kafein dari diet, dan juga mempertimbangkan penambahan suplemen kalsium dan vitamin D.

Baca Juga:  Ternyata Mencegah Osteoporosis Itu Tidak Sulit

Sebaliknya, teh yang walaupun juga mengandung kafein, nampaknya malah memiliki manfaat perlindungan untuk tulang terhadap osteoporosis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya kandungan flavonoids di dalam teh yang memiliki efek seperti esterogen.

(MM/EP)

webmd.com, mayoclinic.org, clevelandclinics.org, endocrineweb.com
Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply