5 Pola Pikir Penyebab Naiknya Kembali Berat Badan

0

Mediamedis.com – Mengapa program diet sering kali gagal? Sembilan puluh lima persen dari individu yang berhasil menurunkan berat badannya, akan kembali ke berat badan awal, atau bahkan lebih.

Menurunkan berat badan sudah merupakan tantangan berat bagi kebanyakan individu, terlebih lagi untuk mempertahankan berat badan yang ideal, hal ini memberikan kesulitan tersendiri yang menyebabkan banyak dari kita kembali ke berat badan awal.

Untuk menjaga berat badan yang sehat dibutuhkan komitmen dan usaha bukan hanya dalam menjaga pola hidup sehat, namun juga diperlukan pola pikir yang tepat. Mari kita lihat beberapa pola pikir yang menyebabkan banyaknya individu mengalami kegagalan dalam mempertahankan berat badan yang sudah dicapai.

Pola pikir “Instant”

Motto “yang penting cepat turun”, merupakan salah satu “jebakan” mental yang paling sering ditemui. Program menurunkan berat badan yang banyak dijumpai membuat individu terpaksa mengadopsi pola makan dan olah raga di luar dari kemampuan ataupun kebiasaannya sehari-hari. Pola baru tersebut bukan hanya sulit untuk dijalankan, namun sangat sulit jika harus dijadikan pola hidup sehari-hari.

Sayangnya kita sering kali menginginkan segala yang serba instant. Walaupun pada awalnya berat badan akan turun, namun pada akhirnya berat badan akan kembali, bahkan ditambah dengan ekstra.

Kuncinya adalah dengan membuat perubahan kecil yang dapat bertahan selama seumur hidup, dibandingkan dengan perubahan besar dan drastis yang hanya dapat bertahan beberapa minggu saja.

Sebelum menjalankan suatu program penurunan berat badan, wajib kita pikirkan, ” dapatkah kita menjalankan pola makan atau olahraga seperti ini untuk jangka waktu yang tak terbatas?”

Menentukan Gol Berat Badan Sebagai “Finish Line”

Banyak orang yang menetapkan suatu gol untuk berat badan mereka, dan menjadikan angka tersebut sebagai garis akhir. Hal ini tidaklah salah, dan bahkan banyak yang telah berhasil menurunkan berat badan dan mencapai target tersebut.

Namun pada saat kita melewati garis akhir tersebut secara tidak disadari, alam bawah sadar kita akan berkata bahwa “diet” sudah selesai. Ini merupakan suatu titik awal dari kenaikan kembali dari berat badan, hal ini diperkuat dengan tubuh kita yang menyesuaikan metabolismenya sesuai dengan berat badan yang baru tersebut. Hal ini terutama didapati pada individu yang menurunkan berat badannya secara relatif cepat.

Hal yang sebaiknya dijadikan sebagai gol adalah metodenya, misalnya tetapkan gol untuk berolahraga seminggu tiga kali, atau menganti camilan dengan buah-buahan, dan biarkan berat badan menjadi hasil dari proses tersebut.

Berdiet Untuk Alasan Yang Salah

Satu lagi penyebab kenaikan berat badan setelah program yang berhasil adalah motivasi yang salah. Misalnya reuni yang sudah dekat atau adanya acara ke pantai bersama, hal-hal tersebut dapat menjadi motivasi untuk menurunkan berat badan, namun dengan berlalunya momen tersebut berakhir pula motivasi untuk menjaga berat badannya.

Jadikan kegiatan yang dilakukan sebagai motivasi seperti pola makan yang baru dan sehat, gaya hidup yang lebih aktif. Dengan menjadikan pola hidup yang sehat sebagai motivasi, dengan sendirinya berat badan akan terjaga.

Harapan yang tidak realistis

Banyak dari individu yang menjalankan program untuk menurunkan berat badan kehilangan motivasinya karena hasil dari penurunan berat badan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Dengan hilangnya motivasi ini maka individu tersebut akan cepat kembali pada berat badan semula.

Tentukan harapan yang realistis dan aman, penurunan berat badan yang aman adalah ½ hingga 1 Kg setiap minggunya.

Prinsip Totalitas

Perlu disadari juga bahwa dalam kehidupan, tidak ada hal yang pasti. Demikian pula dengan program menurunkan berat badan, kita harus cepat beradaptasi dan memiliki rencana kedua. Banyak individu yang langsung putus asa saat menghadapi rintangan dan langsung kembali ke pola hidup awal.

Pola pikir “all or none” (totalitas) akan menyebabkan seseorang memilih antara berdiet atau tidak sama sekali, atau berolah-raga atau tidak sama sekali, tanpa kompromi.

Pola pikir seperti itu dapat menyebabkan kegagalan yang berulang kali karena banyaknya rintangan yang dihadapi. Pada saat kondisi yang sibuk akan melupakan olahraga sama sekali, atau pada saat berlibur akan melupakan diet secara keseluruhan.

Dengan pola pikir yang lebih fleksibel, dapat diperoleh jalan tengah, misalnya pada waktu pekerjaan kantor sedang menumpuk, sehingga menyebabkan pola makan yang tidak teratur, dapat diatasi misalnya dengan aktivitas olahraga ringan selama berada di kantor. Pada saat liburan, tetap dapat memilih makanan yang lebih sehat dan lakukan olahraga sebagai hiburan.

Menurut Dr. Andrew Brewster, seorang ahli obesitas dan berat badan, ” Kita jangan berpikir untuk mencapai berat badan ideal dalam waktu semalam, penurunan beberapa kilogram saja bagi individu dengan obesitas sudah sangat bermakna.”

Perlu disadari bahwa pada satu titik penurunan berat badan akan berhenti, di titik ini individu biasa merasa bahwa program yang dijalankannya gagal. Sebetulnya pada saat itulah badan kita sedang menyesuaikan metabolismenya dengan berat badan yang baru, pada saat itulah kita harus tetap menjaga pola hidup yang sehat.

Baca Juga:  10 Tips Praktis Menurunkan Berat Badan

Yang merupakan kunci utama adalah berfokus pada pola hidup yang sehat, dengan pola makan, olahraga dan mental yang sehat, dan dengan sendirinya berat badan yang sehat untuk tubuh kita akan tercapai dan bertahan untuk jangka waktu yang panjang.

(MM/EP)

livestrong.com, health.com, washingtonpost.com, webmd.com
Share.

About Author

Emilio Pandika is an internal medicine physician with a passion and mission to help people get healthy (and happy) with simple positive daily lifestyle changes.

Leave A Reply